Sumber : https://www.beritateknologi.com/jepang-bikin-drone-berbentuk-burung-origami-klasik/

BeritaTeknologi.com

Jika menerbangkan burung kertas atau biasa disebut origami memanglah tidak mungkin, namun burung origami mampu terbang jika telah dimodifikasi menjadi drone. Selama ini kita diperlihatkan drone berbentuk kaku dengan empat baling-baling atau lebih. Namun drone satu ini memiliki inovasi baru pada bentuknya.

Drone Origami
Orizuru, Drone berbentuk burung origami (Kredit: cnet)

Perkenalkan drone berbentuk burung origami ini yang bernama Orizuru. Perusahaan dibalik drone unik ini adalah ROHM Semiconductor yang mampu menerapkan teknologi drone pada bentuk burung origami. Orizuru sendiri telah dipamerkan pada ajang Combined Exhibition of Advanced Technologies yang diselenggarakan di Tokyo, Jepang.

Orizuru sendiri mampu terbang karena mengepakan dua sayapnya layaknya burung sungguhan, dengan mengepakan sayap kiri dan kanannya, Orizuru mampu terbang melayang di udara seperti drone pada umumnya. Mereka mengklaim, bahwa Orizuru memiliki tingkat efisiensi daya yang tinggi, sehingga membuatnya bisa lebih lama terbang.

Untuk mengendalikan Orizuru sendiri masih sama dengan drone lainnya, yakni menggunakan remot untuk mengendalikan dari jarak jauh. Drone ini mereplikasikan gaya kepakan burung yang sesungguhnya, ketika saat terbang di udara drone ini juga nampak terlihat seperti burung sungguhan. Drone dengan ukuran 70 cm ini juga dilengkapi dengan sensor layaknya drone pada umumnya.

Inovasi yang dikembangkan oleh ROHM Semiconductor ini semata-mata untuk menarik minat pada konsumen dengan bentuk drone yang unik. Penggunaan drone di Jepang sendiri saat ini merupakan suatu yang ilegal, karena masyarakat sipil dapat mengendalikan UAV di pusat-pusat pemerintahan atau politik.

Pada Bulan April lalu saja, ada seorang pria menerbangkan sebuah drone di atas gedung  yang diketahui menolak atas kebijakan energi nuklir yang dicanangkan pemerinatah Jepang, Perdana Menteri Shinzo Abe. Pada drone tersebut mengangkut pasir radioaktif dan ingin menjatuhkannya pada atap gedung tersebut. Maka dari itu, kemudian pemerintah Jepang menganggap drone sebagai barang ilegal pada bulan Juli lalu.

(RH)

Advertisements